Kamis, 24 Oktober 2013

Di negara TURKI mata "di congkel" lidah dan gigi "dicabut secara paksa" dan dibunuh. Demi menjaga kehormatan keluarga."inilah gambaran muslim yang sejati"


Image
Turki… pantai2 yang indah dan laut yang bening bak kristal yang orang2 Barat analogikan dengan tujuan2 berlibur di Turki.

By : EMMA COX

MENYEBUTKAN Turki sebagai sebuah tujuan berlibur dan umumnya orang berpikir pantai2 berpasir dan spa hotel2 yang penuh sampai sesak dengan orang2 Barat.

Turki kini adalah Negara paling
popular ketiga bagi turis2 Inggris setelah Ibiza dan Spanyol dan diharapkan akan melonjak ke nomer satu pada musim panas ini saat para pelancong yang terkena resesi mencari tujuan2 yang tidak memiliki euro yang lemah.

Tetapi, jauh dari pantai2 berpasir dan pemandian2 lumpur eksotis yang membuat Negara eropa ini begitu popular dengan orang2 Inggris, ada sebuah sisi gelap Turki.

Dalam tahun lalu saja, lebih dari 200 gadis2 dan wanita2 telah dibunuh dalam yang hal yang disebut sebagai pembunuhan demi kehormatan.

Image
Pengantin yang tragis … Sever dibunuh beberapa hari kemudian

Pemerintah Turki berusaha dengan frustrasi untuk meredam statistik2 ketika mereka mencoba untuk bergabung ke dalam Uni Eropa.

Pada tahun 2004 mereka membuang sebuah hukum yang memberikan pengampunan kepada pembunuh2 seperti itu.
Tetapi sebuah film documenter baru di Channel Four pada hari Jumat ini, Unreported World, menemukan usaha peredaman tersebut tidak berhasil. Faktanya bahkan LEBIH banyak lagi wanita2 muda dibunuh dibanding pada saat kapanpun.
Dan para ahli2 percaya bahwa kaum pria yang merasa dipersalahkan tidak lagi membunuhi para wanita kerabat mereka tetapi memaksa mereka melakukan BUNUH DIRI untuk menghindari penganiayaan.


Reporter Ramita Navai melakukan perjalanan ke Turki dan diberitahu mengenai peraturan yang keras atas kehormatan yang mengikat para wanita yang berarti mereka bahkan tidak boleh berdiri terlalu dekat dengan seorang pria yang tidak berkerabat dengan mereka.

Dan dia bertemu dengan kerabat2 dari para pengantin yang dibunuh, para wanita dalam pelarian dari keluarga2 mereka, dan bahkan seorang anak laki2 yang dipaksa keluarga untuk membunuh ibu tirinya.

Dokumenter yang menakutkan tersebut, yang ditayangkan pada pk. 7.30 malam, menyorot secercah cahaya pada negara yang dikunjungi lebih dari satu juta orang Inggris setiap tahunnya.

Pertama2 Ramita bertemu dengan kerabat2 dari seorang pengantin muda yang bernama Sever, yang dipercayai telah dibunuh untuk melenyapkan rasa malu suaminya setelah dia tidak bisa berhubungan sex dengannya.

Menurut tante Sever, Husna, korban berusia 24 tahun tersebut dicekik di tempat tidurnya hanya sepuluh hari setelah pernikahannya di Karajada, dekat Diyarbakir di tenggara Turki.

‘Suami Sever mengakui pembunuhannya dan sedang menunggu persidangan,‘ Husna menambahkan.

Ramita mengatakan Sever masih mengenakan henna ditangan2nya — sebuah tradisi pernikahan — ketika dia meninggal Desember lalu. Dia menambahkan: ‘Husna mengatakan bahwa otopsi menunjukkan dia masih perawan. Keluarga itu mencurigai suami Sever tidak mampu untuk menuntaskan prosesi pernikahan mereka dan membunuhnya untuk menjaga harga dirinya.’

Husna mengatakan pada saya bahwa pembunuhan2 seperti ini adalah umum di sini, dan telah terjadi tiga kali di wilayah ini belakangan. Dia mengatakan saudara laki2 dan suami2 akan membunuh seorang wanita hanya karena terlihat bersama dengan seorang pria.

Ramita juga bertemu dengan ayah seorang pria yang membunuh istrinya.

Ferzende, anak laki2 Cavus Alir mencurigai istrinya Nazime berselingkuh — dan menjadi marah oleh pikiran bahwa kehormatannya telah dikhianati.
Dia mencongkel mata Nazime yang berusia 21 tahun, memotong lidahnya dan menyimpan jenazahnya dalam sebuah kantong plastic sebelum membawanya ke pegunungan di dekat desa mereka dan membakarnya. Dia hanya dipenjarakan selama lima tahun.

Ramita juga bertemu dengan Fatima, yang terpaksa meninggalkan kedua anaknya dan lari dua tahun yang lalu ketika dia mengetahui keluarga suaminya merencanakan untuk membunuh dirinya, memotong tubuhnya dan membuangnya ke dalam sebuah kuburan dangkal yang telah digali diluar rumahnya.

Dia telah berniat menceraikan suaminya — tetapi keluarga suaminya yang marah memutuskan mereka lebih baik membunuhnya. Wanita berusia 30 tahun itu berada dalam persembunyian sejak dari saat itu.

Ramita mengatakan : 'Fatima menjelaskan vonis matinya dikeluarkan dalam sebuah pertemuan keluarga. Menginginkan sebuah perceraian terlihat sebagai tidak taat, dan ketidaktaatan adalah sesuatu yang membawa malu.'

Dia mengatakan pada saya para wanita tidak diperlakukan sama, dan harga diri dipakai sebagai control.

Ada pepatah local darimana dia berasal — engkau pergi ke rumah suamimu dalam gaun perkawinan dan engkau hanya akan pernah meninggalkannya dalam bungkusan kain kafanmu.

Selanjutnya Ramita bertemu dengan Mehmet, yang dipilih untuk melaksanakan sebuah pembunuhan demi kehormatan pada usia 17 tahun karena, dengan usia di bawah 18, dia akan dihukum dengan masa pemenjaraan yang lebih singkat.

Walaupun menembaki ibu tirinya dan kekasih ibu tirinya di punggung, dia dipenjarakan hanya selama dua setengah tahun.
Ramita mengatakan : Mehmet mengatakan kepada saya dia tidak ingin membunuh mereka dan karenanya dia merasa sedih dan ketakutan, tetapi itu karena dia ditekan oleh keluarganya.

Kehormatan

Jika engkau tidak membunuh, komunitas tidak akan berbicara denganmu, engkau diasingkan. Engkau dapat dipukuli, bahkan engkau dapat dibunuh.

Ada banyak para pelaku pembunuhan demi kehormatan dalam penjara dan mereka semuanya diperlakukan dengan hormat karena apa yang telah mereka lakukan — bahkan oleh penjaga2 penjara.

Ahli2 politik mengatakan umumnya pembunuhan2 demi kehormatan di dalam komunitas2 Kurdi, dan masalah itu diperburuk oleh pemerintah Turki yang memarjinalkan orang2 Kurdi, membuat mereka berpikiran sempit.

Sebagai bagian dari kampanye Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa, Turki memperkenalkan sebuah hukuman tetap seumur hidup terhadap seluruh pembunuhan pada tahun 2004. Sebelum itu, para pembunuh dem kehormatan bisa mendapatkan pengurangan hukuman dengan mengakui provokasi.

Tetapi perubahan hukum kelihatannya tidak mengurangi pembunuhan2 tersebut — dengan sederhana diperkenalkan sebuah pemlintiran baru.

Sebuah kota yang disebut sebagai Batman telah mendapat nama julukan Kota Bunuh Diri karena dalam tahun2 terakhir ratusan wanita telah membunuh diri mereka dalam kondisi yang mencurigakan. Dan segera setelah hukum atas pembunuhan demi kehormatan diperketat, angka bunuh diri meroket.
Image
*Lokasi… Batman yang digambarkan sebagai ‘kota Bunuh Diri’

Tiga perempat dari semua bunuh diri di Batman dilakukan oleh para wanita; di banyak Negara lainnya, bunuh diri tiga kali lebih tinggi dikalangan pria.

Selama tahun lalu, 18 wanita muda di kota itu telah melakukan bunuh diri dengan menggantung dirinya, menembak dan minum racun tikus.

Banyak yang percaya kaum wanita tersebut dipaksa untuk membunuh diri mereka oleh keluarga2 mereka setelah mempermalukan mereka.

Ramita mengatakan: Kepala jaksa penuntut Batman mengatakan kepada kami bahwa dia percaya banyak pembunuhan2 diri di kota tersebut karena dipaksa, tetapi hal itu bagi mereka hampir tidak mungkin untuk diselidiki. Para wanita yang lolos dari usaha tersebut melarikan diri ke persembunyian.

Faktanya, untuk membuktikan teori tersebut, Ramita bertemu dengan seorang gadis yang diminta untuk melakukan bunuh diri oleh keluarganya sendiri.

Ramita mengatakan : Elif mengatakan pada saya bahwa ketika dia berusia 18 tahun, orangtuanya ingin memaksanya menikah. Ketika dia menolak, hal itu dilihat sebagai mempermalukan orangtuanya.

Keluarganya mengatakan padanya : ‘Jika kamu tidak menikahi pria ini kamu harus membunuh dirimu sendiri’. Ayahnya berkata padanya,’Kamu harus memikirkan aku dan saudara laki2mu, karena jika aku membunuhmu aku akan masuk penjara dan jika saudara laki2mu membunuhmu, dia akan dipenjara, maka kamu harus melakukannya, kamu harus membunuh dirimu sendiri’.

Bunuh Diri

Elif sangat terkejut. Dia mempertimbangkan untuk membunuh dirinya sendiri karena dia sangat menyayangi ayahnya, tetapi dia tidak ingin mati sehingga dia melarikan diri. Dia mengatakan dia masih menyayangi ayahnya.
Elif — yang telah berada dalam pelarian selama setahun — menangis begitu dia mengetahui tante2nya dan paman2nya yang memaksa ayahnya untuk mencari dan membunuhnya.

Melalui Ramita, wanita muda yang ketakutan mengatakan: ‘Aku sungguh tidak dapat mempercayai itu karena aku mencintai mereka semua.’ Bahkan Istambul, yang terlihat sebagai ibukota Turki yang kebarat2an, kini menjadi salah satu wilayah dengan tingkat pembunuhan demi kehormatan tertinggi di Negara tersebut, dengan satu setiap minggu.

Para ahli mengatakan banyak orang2 Kurdi berpindah ke kota2 kecil dan kota2 besar, membawa serta tradisi mereka.
Vildan Yirmibesoglu, seorang pengacara yang bekerja di kantor gubernur Istambul, memberitahu crew film bahwa pembunuhan2 demi kehormatan tidak selalu diselidiki dengan benar jika beberapa polisi dan para penuntut mempunyai cara pandang yang sama dengan para pembunuh demi kehormatan.

Ramita mengatakan : ‘Pemerintah Turki telah menghukum pembunuhan2 demi kehormatan dan meluncurkan sebuah komisi dengan tujuan menghilangkannya. Tetapi, dalam tiga minggu kami berada di Negara tersebut, kami menghitung 12 kasus di berita.’

Begitu Turki menegosiasikan untuk bergabung dengan UE, Turki menyusun ulang hukum2nya untuk menghadapi tradisi2 yang mengarah ke pembunuhan2 demi kehormatan.

Tetapi pemerintah Turki juga perlu untuk mengakhiri isolasi terhadap orang2 Kurdi, dan memasukkan mereka ke dalam mayoritas.

Sampai hal itu terjadi, tradisi2 kuno akan tetap hidup, dan setiap tahun ratusan lebih wanita akan dibunuh dengan nama demi kehormatan.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
:stun:
Ada netter muslim dengan bangga mendukung penghapusan jaipongan sebagai tradisi yang merendahkan dengan mengatakan Islam menentang budaya/tradisi yang jelek ...

Lha,
tradisi honor killing koq ga selesai2 juga ya...

[Pssst: buat nambah jumlah houris di surga... :vom: ]

 SUMBER : FFI

by order post:
@[siskia.latif]
 
&
 
stay on fb: "KESAKSIAN MUSLIM MURTAD" 

Cari artikel Blog Ini

copy right