Rabu, 17 April 2013

Apakah Hijab dapat Melindungi Wanita Dari Perkosaan dan tindak asusila yang sering dilakukan kaum muslim sendiri?

 Saya mengalami pelecehan seksual di mesjid Pakistan oleh Imam sendiri, padahal saya mengenakan burqa secara lengkap, hanya mata dan tangan saya yang terlihat. Jadi tidak seorangpun boleh MENCERAMAHI saya mengenai perkosaan dan pelecehan seksual dan bahwa hal itu terkait dengan pakaian kita. Mengenakan burqa membuat tubuh anda semakin diinginkan karena pria mulai berfantasi siapa kiranya wanita di balik burqa itu dan bagaimana wanita itu terlihat.  (SULTANA)
Dalam mitos sebelumnya, saya mengutip perkataan seorang wanita Muslim mengenai Hijab. Untuk mematahkan mitos bahwa Hijab melindungi wanita dari perkosaan, saya akan mengutip lebih banyak lagi perkataan wanita itu dan
wanita-wanita Muslim lainnya yang memberi komentar pada blog-nya. 
Serenity menulis, “Kita disuruh mengenakan hijab agar terhindar dari pelecehan. Saya juga banyak wanita Muslim lainnya terjebak oleh karena hal ini! Kita juga diberitahu bahwa dengan mengenakan Hijab kita menuntut repek. Selama 21 tahun dalam hidup saya, saya percaya bahwa itu benar. Minta ampun, saya ternyata salah  …. SANGAT SANGAT SALAH!    
Saya melihat keduanya sangat menghina – pandangan bahwa SATU-SATUNYA cara agar pria meninggalkan saya sendirian (tidak mengganggu saya) adalah jika rambut saya ditutupi dan pandangan bahwa secara alamiah saya adalah makluk penggoda. Demi Tuhan, wanita itu lebih dari sekadar tubuhnya. Niqab dan Hijab sebenarnya cenderung untuk membuat wanita menjadi obyek, hanya sebagai obyek seks dan bukan manusia. Semua forum Islam/Muslim yang anda ikuti berbicara mengenai Hijab; setiap debat mengenai wanita Muslim adalah soal Hijab. Apakah TIDAK ADA hal yang lainnya untuk kemanusiaan saya, kewanitaan saya, keislaman saya, identitas saya, selain dari sepotong kain yang saya pilih atau yang dipaksakan untuk saya kenakan di atas kepala saya?
Kita juga diberitahu bahwa mengenakan Hijab menurunkan risiko kita diperkosa/ dilecehkan/ digoda, dsb. Tetapi, tetapi, tetapi,…. Inilah masalahnya: dengan menutupi tubuh kita seluruhnya apakah kita BENAR-BENAR membantu memecahkan masalah binatang-binatang lapar yang mencari-cari wanita untuk diperkosa? Atau apakah kita tunduk kepada keyakinan mereka dan keinginan mereka, serta menempatkan beban moralitas, kedamaian dan kestabilan dalam masyarakat kita HANYA pada wanita saja, sedangkan dalam masyarakat kita hidup bersama pria? Apakah ada solusi lain terhadap masalah binatang lapar ini, atau hanya inilah caranya? Kita hidup dalam masyarakat yang mengajarkan agar wanita berhati-hati agar tidak diperkosa alih-alih agar pria tidak memperkosa.
Ketika kita mengatakan agar wanita mengenakan Hijab agar ia tidak dilecehkan, kita menghindar dari masalah YANG SESUNGGUHNYA dalam masyarakat kita, yaitu: para penjahat, pemerkosa yang membenarkan tindakan mereka yang keji terhadap wanita yang memilih untuk tidak berkerudung. Pria-pria lapar berkeliling, mencari wanita yang rambutnya tidak ditutupi (astagaaa!) agar mereka dapat memerkosanya. Dan apa yang kita lakukan? Kita MEMBENARKAN perkosaan! Kita berkata, “Wanita itu layak diperkosa. Ia seharusnya menutupi rambutnya, dan kemudian tidak akan terjadi apa-apa. Mari kita menutupi rambut semua anak perempuan. Masalah perkosaan terpecahkan!” Oh, menurut saya tidak demikian. Saya telah membaca beberapa statistik mengejutkan mengenai rata-rata perkosaan dalam masyarakat Muslim dimana wanita harus menutupi rambut mereka juga masyarakat non Muslim dimana wanita tidak usah menutupi rambut mereka, jadi saya benar-benar tidak tahu statistik mana yang harus dipercayai.  
Tetapi saya mengerti bahwa jika anda mengenakan Hijab berkaitan dengan seks/jender/fisiologi anda; pada dasarnya anda men-seksual-kan diri anda sendiri dan menarik lebih banyak perhatian kepada bagian-bagian seksual anda daripada mengalihkan perhatian dari bagian-bagian itu. 
Beberapa wanita memberi komentar terhadap artikel yang brilian ini dan saya mengutip beberapa intisari dari komentar-komentar itu.

Stephanie menulis,
Saya tidak memercayai banyak alasan yang diberikan wanita untuk berhijab, sekalipun saya sendiri berhijab, seperti alasan yang mengatakan “Saya menutupi tubuh saya agar yang dilhat orang adalah kepribadian dan kecerdasan saya dan bukan tubuh saya”. Namun, kita melihat di banyak negara Muslim, terutama yang mempunyai peraturan yang ekstrim berkenaan dengan cara wanita berpakaian ala KSA, kaum wanita sama sekali tidak dihargai berdasarkan kepribadian atau kecerdasan mereka, setidaknya tidak di ruang publik.   

Dan saya sangat kuat menduga bahwa perkosaan benar-benar tidak dilaporkan di negara-negara Muslim sehubungan dengan stigma dan dalam beberapa kasus si korbanlah yang dipersalahkan.


Unsettledsoul menulis,
Perkosaan terjadi di banyak kelompok masyarakat. Kaum wanita diperkosa, entah mereka berhijab atau tidak. Oleh karena itu, mencegah dengan cara menakut-nakuti adalah hal yang salah … Hijab telah menjadi alat politik, dan menurut saya telah kehilangan makna spiritualnya.


Serenity menulis,
Kita mengklaim bahwa di negara-negara “Muslim”, perkosaan tidak terjadi seperti di Barat, tapi sama sekali tidak demikian -  perkosaan sangat disembunyikan dalam masyarakat kita! (saya dari Pakistan, dan saya tahu itu). Jika anda diperkosa, tidak seorang pun mau menikahi anda, tidak ada yang mau menikahi saudara perempuan anda atau kerabat wanita lainnya yang terkait dengan anda, dan seterusnya. Jadi anda tidak punya pilihan selain menyembunyikannya dan hidup tercela selamanya. Tambahan lagi, semua orang menyalahkan anda; si pelaku lolos atau menyangkalinya. Oh, dan yang lebih buruk lagi, ada Ordo Hudood. Pada dasarnya (ordo itu) mengatakan bahwa wanita harus menghadirkan EMPAT Muslim dewasa yang waras secara moral sebagai saksi atas perkosaan yang menimpa dirinya! Dan jika ia tidak dapat menghadirkan para saksi, DIA harus dihukum! Penjara-penjara Pakistan dibanjiri “penjahat-penjahat” perempuan antara tahun 1980 dan 2006 (kemungkinan besar dewasa ini juga) oleh karena hal ini. Heran sekali…., “apakah wanita melakukan perzinahan dengan dirinya sendiri?”


Shazia menulis,
Saya lelah sekali membaca artikel tentang Hijab yang sangat banyak dan bagaimana wanita dianggap sebagai pendosa jika tidak berhijab … dll. Untuk pertama kalinya saya senang membaca pandangan yang masuk akal … terimakasih. 


Sultana menulis,
Saya mengalami pelecehan seksual di mesjid Pakistan oleh Imam sendiri, padahal saya mengenakan burqa secara lengkap, hanya mata dan tangan saya yang terlihat. Jadi tidak seorangpun boleh MENCERAMAHI saya mengenai perkosaan dan pelecehan seksual dan bahwa hal itu terkait dengan pakaian kita. Mengenakan burqa membuat tubuh anda semakin diinginkan karena pria mulai berfantasi siapa kiranya wanita di balik burqa itu dan bagaimana wanita itu terlihat. 

Perkosaan lebih terkait dengan kendali psikologis dan penghinaan, semua idiot ini yang mengklaim ada kaitannya dengan hubungan seks harus memberi jawaban kepada saya bagaimana bisa para wanita berumur 60 tahun lebih diperkosa saat mereka dirampok atau dalam peperangan? Bahkan pria pun diperkosa. Mengapa bisa begitu? Karena mereka tidak berhijab? Perkosaan adalah alat dan cara untuk merendahkan dan menghina. Itu saja.


Hina Khan menulis,
Seorang wanita tua di Peshawar bekerja sebagai pencuci pakaian dari rumah ke rumah. Suatu hari ia datang ke rumah kami dan ia sangat gusar, dan berkata kepada ibu saya apa yang telah dilakukannya saat pergi ke rumah kami. Ia berkata, selama berbulan-bulan ia telah menggunakan rute yang sama dari rumah ke rumah dan seorang penjaga gerbang rumah tertentu yang masih muda senantiasa menatapnya. Ibu ini mengenakan burqa. Setelah berbulan-bulan ibu ini merasa sangat terganggu dan hari itu ia benar-benar berhenti di depan orang muda itu, mengangkat burqanya, dan berkata “Mengapa kamu selalu menatap saya, kamu mau apa dengan saya? Saya seorang wanita tua!” Pria itu kemudian minta maaf padanya dan melihat ke arah lain.

Bayangkan! Satu-satunya cara menyingkirkan pria itu adalah dengan menunjukkan dirinya kepada pria itu!


Sultana menulis,
Yang lebih mengejutkan adalah saya selalu berkata kepada orang lain betapa merdekanya saat ada banyak wanita di timur yang dipaksa berhijab! Di Saudi dan Iran tidak seorang pun boleh memilihnya; berhijab adalah wajib dan anda dihukum jika anda tidak taat, dengan cara tertentu kita “mendukung” ketidakadilan ini.
                                               

Hina Khan menulis,
Pria di Pakistan memelototi wanita dari atas ke bawah; setiap desa di Pakistan mempunyai masalah ini: pria akan memelototi wanita sampai ia sudah berjalan jauh sekali dan benar-benar sudah tidak terlihat. Saya bahkan memerhatikan di sini, di Inggris, di jalan-jalan tertentu yang mayoritas didiami orang Bangladesh, hal itu terjadi. Menyedihkan sekali melihat pria begitu sesat.  


Sophia menulis,
Mengklaim bahwa mengenakan Hijab itu penting untuk menghentikan pria benar-benar gila. Orang-orang yang melecehkan dan memerkosa wanita akan melakukannya, tidak peduli apakah rambut wanita itu ditutupi atau tidak.   


BloodUnderMyFingernails menulis,
Dengan berhijab saya tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan diri saya yang sesungguhnya. Saya langsung dihakimi. Juga, sejak berhijab saya telah banyak disiksa. Sebelum berhijab, saya tidak pernah diteriaki di depan umum atau diludahi, atau dimaki. Jika Hijab menghentikan penyiksaan, lalu bagaimana orang dapat menjelaskan apa yang saya alami?

Menurut saya, saya tidak dapat menceritakan dengan lebih baik lagi daripada penuturan para wanita Muslim ini. Jadi saya tidak usah menambahkan komentar lagi. 

Cari artikel Blog Ini

copy right