Kamis, 02 Mei 2013

nyatanya Muhammad tidak sinting, "NAMUN HANYA SAKIT JIWA"



Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan fitnah ala Islam?

Muhammad berkata bahwa dirinya Rasul. Ketika kamu menyangkalnya, kamu dianggap FITNAH.

Lalu bagaimana cara Muhammad membuktikan dirinya rasul? Tidak ada cara yang masuk akal, kecuali berseru-seru: “Wahai orang-orang, aku adalah

rasul. Allah telah menetapkan aku menjadi rasul sekalian alam, untuk membimbing kalian ke jalan yang lurus. Masuklah Islam, maka dirimu akan selamat. Bila kalian menolak, ketahuilah, nyawa kalian berada di tanganku.”

Bagaimana kalimat self-proclaim dan berisi ancaman seperti itu dapat dijadikan bukti kebenaran? Bukankah Paijo juga bisa berkata seperti itu? Kemudian ketika orang-orang menentangnya, Paijo menuduh orang-orang itu telah memfitnahnya.

Tidakkah ini sifat kanak-kanak? Ya, ini sifat kanak-kanak, bila yang memilikinya adalah manusia yang usianya masih kecil. Tapi apa sebutannya kalau yang mengidap sifat itu adalah orang dewasa yang sudah berumur 40 tahunan? Sinting? Gila? Sakit Jiwa? Gendheng? Edan? Kentir? Sarap?

Muhammad berkata: Fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

Maksud dia adalah: membunuh tidak apa-apa, asal untuk membungkam fitnah terhadapnya.

Selama masih ada orang-orang yang berani menentang kerasulannya, berarti masih ada fitnah, dan membunuh tidak diharamkan. Membunuh bahkan dianjurkan.

QS 8:39
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

Dan selama masih ada orang-orang kafir di bumi ini, berarti masih ada fitnah, dan membunuh adalah lebih mulia daripada membiarkan fitnah.

Coba, kamu pikir orang yang punya jalan berpikir seperti itu layakkah dianggap manusia normal?

Semua orang bisa meniru dia, karena menjadi nabi palsu seperti Muhammad sangatlah mudah. Tapi masalahnya, kenapa selama 1400 tahun tidak ada seorang pun yang mampu menyaingi kegilaannya? Karena orang-orang itu lebih waras dan lebih bernurani daripada Muhammad. Ada orang-orang tertentu yang ingin jadi nabi, seperti Mirza Ghulam Ahmad. Tapi dia tidak memaksakan kehendak, karena dia masih punya rasa perikemanusiaan. Dia masih punya rasa malu. Dan orang yang masih punya rasa malu, menunjukkan otaknya masih waras.

Muhammad beda. Dia tidak punya rasa malu. Walau dia tidak punya bukti apa-apa untuk meyakinkan orang bahwa dirinya benar-benar Rasul, tanpa malu dan tanpa sungkan dia mengancam: “PERCAYA atau MATI”.

Sangat gampang sekali, bukan? .... menjadi nabi seperti dia. Tapi untungnya, di dunia ini tidak ada yang menirunya. Kalau saja di dunia ini ada 2 atau 3 orang sinting seperti Muhammad, dunia akan kacau...... dan selalu dilanda perang tiada henti. Tidak ada kedamaian.

Gaya Muhammad adalah gaya seorang yang tak punya malu, tidak punya harga diri.

Ini gaya preman, sama sekali tidak cocok dengan gaya seorang nabi utusan Tuhan.

Kebanyakan, orang-orang yang berprofesi sebagai preman mengidap kelainan mental. Mereka bahkan tidak peduli apakah yang diperbuatnya itu masuk akal atau tidak, asal semua kebutuhannya bisa tercapai dengan jalan memaksa. Jadi, Anda tidak perlu heran kenapa orang yang bernama asli KHOTTAM ini memiliki sifat tak tahu malu......

QS 2:191
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

QS 4:91
Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman daripada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah, merekapun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimana saja kamu menemui mereka, dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.


Pada suatu ketika, Paijo berkotbah di tengah-tengah pasar. “Wahai orang-orang yang kukasihi, aku adalah rasul terpilih, rasul utusan Panjul. Kalian adalah orang-orang terbaik di antara yang terbaik. Kalian adalah orang-orang yg padanya diberi rahmat dan hidayah, karena telah beriman kepadaku.”

Kemudian, ada seorang menimpali, “Jangan percaya pada ocehannya, dia adalah nabi palsu. Dia tak bisa buktikan kenabiannya, kecuali dengan bacot-bacotnya saja.”

Paijo mendengar perkataan orang itu, lalu dengan panas hati Paijo berseru kepada para sahabatnya, “Sesungguhnya fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Penggal kepala orang itu, karena dia telah berani memfitnahku.”

Beginilah kalau orang gila mengaku-ngaku jadi nabi.


APA DEFINISI ISLAM bagi kata FITNAH ? Tanyalah kpd setiap Muslim dan ia akan pasti memberi jawaban : Itu tuh ... Irak, Palestina, Afghanistan, Kashmir, Chechnya, Bosnia … dsb. Pikirkan baik2 apakah jawabannya benar atau tidak. Malah, kalau orang sudi menyediakan waktu utk membaca sejarah Islam yg penuh lumuran darah itu, orang akan bertanya2 apakah cap 'fitnah' ini bukannya lebih pantas diterapkan pada Islam sendiri?

Invasi tanpa provokasi dan biadab oleh pedang Islam milik kaum Beduin Arab utk menundukkan bangsa2 di Iraq, Persia, Syria, Egypt, Asia Minor, Armenia, Cyprus, Sicily-Italia, Kreta, Spanyol, Tunisia Utara, India, jelas menelanjangi suatu fakta — ISLAMLAH YANG MEMULAI OPRESI INI !

Oleh karena itu, tuduhan bahwa pihak lain mengakibatkan fitnah/kekacauan (baca:opresi) terhdp dunia Islam sekarang di Iraq, Afghanistan, Palestina dan Chechnya hanyalah tipuan Islamis, guru2 ideologi para teroris Islamis dan suicide bombers. India, Bangladesh, Pakistan, Indonesia, Jordan, Turki, France, Denmark … tidak memiliki satupun tentara di Iraq, tetapi mereka juga tidak lolos dari serangan biadab teroris Islam. Kau tidak pernah tanya mengapa ? Belum puas dgn meneror kawasan kafir, mengapa teroris Islamis malah harus meneror orang2 tidak bersalah di surga2 Islam ini ?

Cari artikel Blog Ini

copy right