Senin, 17 Desember 2012

nyaris dibakar hidup-hidup karena "murtad" Kesaksian Nyata Seorang Anak Angkat yang telah menerima yesus sebagai tuhan dan juruslamatnya


Sekali lagi, ini adalah kesaksian nyata yang pernah saya alami.
Tidak ada sama sekali dusta di dalamnya.

Dulu, waktu saya masih SMA kelas 1 sekitar tahun 2002, pembantu saya yang biasa panggil bibi tiba-tiba datang ke
rumah setelah sekian lama tidak pernah kembali sejak lebaran sebelumnya. Tapi si bibi membawa seorang anak dari kampungnya yang bertujuan ingin hijrah ke kota saya (kota J) demi mendapatkan karier yang lebih baik. Dia seorang model yang mendapat telpon untuk bergabung dengan sebuah agency di kota saya.

Anak laki-laki berperawakan tinggi putih. Sebut saja namanya Udin.
Tadinya si Udin ingin mencari kost-kostan di kota saya tapi setelah berbicara dengan mama saya, akhirnya si Udin tinggal di rumah saya.
Si mama bilang, ga usah mikirin bayaran yang penting niat kamu kesini terpenuhi.
Latar belakang si Udin berasal dari keluarga muslim tulen 100% dimana ayahnya adalah seorang Haji dan ibunya seorang Hajah.

Hari berlalu, si Udin mencoba tekun dengan kegiatannya sebagai model dan sempat main sinetron sebagai peran pembantu dan mendapat "dialog".
Keluarga kami, mama dan papa saya sudah menganggap dia sebagai anak sendiri. Malah si Udin manggil mama saya dengan sebutan mama, dan manggil papa saya dengan sebutan papa.
Keluarga kami mendukung 100% semua kegiatannya. Malah mama kadang kalau lagi sempat suka mengantarkan dia ke tempat casting dan sayapun pernah diajak. Adik-adik sayapun memanggil dia dengan sebutan "Mas".

Rumah saya bersebelahan dengan mushola, sehingga memudahkan si Udin untuk sholat.
Udin tergolong anak yang rajin sholat. Anak yang taat pada agamanya, muslim.
Suatu ketika ketika Udin selesai sholat, dia berbicara kepada saya.
"Kenapa ya kok tiap kali gw sholat, selalu ada bayangan. Bayangannya itu kedua tangan yang terbuka, ada cahaya yang bersinar terang dan seakan-akan mengajak gw untuk bersama Dia. Wajah-Nya kayak Yesus yang sering gw liat di gambar-gambar orang Kristen. Setiap kali gw sholat, selalu seperti itu".
Saya bilang, mungkin itu panggilan buat elo supaya lo ikut Dia.

Setelah melaui pergumulan yang cukup berat, akhirnya dia menyerah.
Dia menyatakan dia ingin ikut Yesus. Dia mengatakan hal tersebut kepada mama saya.
Suatu ketika, dia kami ajak untuk ke gereja.
Pertama kali dia menginjakan kakinya ke gereja, dia sangat merasakan damai yang belum pernah dia temui sebelumnya.
Akhirnya, pada suatu ketika, dia menyatakan imannya dengan menyerahkan dirinya untuk dibaptis.
Fotonya masih ada sampai sekarang di rumah saya.

Waktu itu keluarganya di kampung belum tau mengenai hal ini.
Akhirnya baru setelah si Udin meninggalkan islam, bibi saya yang notabene seorang muslim ini akhirnya mengadukan tentang ini kepada keluarganya di kampung. Sontak, keluarganya di kampung menyuruhnya pulang ke kampung.
Puji Tuhan dia bisa kembali ke rumah saya. Tapi ada kabar yang kurang enak didengar.
Dia bilang dia dikasih waktu 1 minggu untuk kembali ke agamanya muslim atau kalau tidak, dia bilang dia akan dibakar hidup-hidup.

Kami sekeluarga kaget demi mendengar hal itu.
Astajimmm, sebegitunya kah mereka sampai tega ingin membakar anaknya sendiri yang telah murtad?
Kami sekeluarga akhirnya hanya bisa berdoa supaya dia tetap dikuatkan.
Pada saat yang ditentukan, dia harus kembali ke kampungnya.
Sejak saat itu kami tidak tau mengenai keputusannya untuk kembali ke agamanya yang dulu, muslim atau tetap ikut Yesus.

Pernah suatu ketika dia berkunjung ke rumah, dan dia bilang dia kembali ke agama islam karena dia takut dibakar.
Sedih mendengarnya tapi dia sendiri tetap tidak pernah sholat semenjak itu.
Dalam hati kecilnya, dia tetap percaya kepada Yesus tapi dia mengikuti kemauan orang tuanya hanya untuk keselamatan pribadinya.
Sekarang, saya tidaak pernah tau mengenai kabarnya karena dia pun tidak pernah memberi kabar.
Semoga Tuhan selalu menyertai dia kemanapun dia melangkah.
Amin.

Cari artikel Blog Ini

copy right