Sabtu, 17 Agustus 2013

Kesaksian-muslim masuk kristen oleh : Murtadin Afshin mantan Hezbulloh (SUB-INDONESIAN)


BAGI YANG MEMBACA VIA HANDPHONE KAMI SUDAH TULISKAN TERJEMAHAN NYA SBB:


>
>
> Aku lahir di bagian Selatan Iran, di kota bernama Abadan, dari keluarga
> Muslim Shiah. Kakekku adalah seorang imam, dan dia punya 19 anak, dan 84
> cucu. Dia tentunya harus memilih
penggantinya untuk mengajar Islam bagi
> generasi penerus. Beberapa kali aku mengalami kecelakaan di mana aku
> seharusnya mati terbunuh, tapi aku selamat. Setiap kali kecelakaan hampir
> terjadi padaku, aku selalu melihat siluet bayangan manusia. Aku
> menyampaikan ini pada banyak orang secara terbuka.
>
> Kakekku mengira jiwa-jiwa para pemimpin Islam terdahulu menjaga nyawa anak
> ini. Lalu kakek memberi perhatian penuh padaku dan mengajarkan semua hal
> tentang Islam. Aku lalu bergabung dengan Hezbollah dan menjadi tentara
> selama tiga tahun. Aku juga mempelajari Qur'an dengan rajinnya. Kakekku
> juga berpesan agar aku mengajarkan Islam pada kaum Kristen yang tersesat.
> Aku juga diharapkan untuk menjadi pemimpin spiritual keluarga kami di luar
> Iran.
>
> Aku ditangkap di Malaysia sewaktu membawa 30 passport palsu. Aku lalu
> dipenjara.Di penjara, aku lalu mulai mengajar tentang Islam dan memberitahu
> apa yang Muslim wajib lakukan terhadap Allah. Aku lakukan ini setiap hari,
> dan tentunya sholat lima kali sehari. Muslim Shiah sholat tiga kali sehari,
> tapi karena aku ingin lebih dekat ke Allah, maka aku lakukan sholat lima
> waktu. Lalu di malam hari aku juga melakukan sholat tambahan. Aku terbiasa
> membaca Qur'an dari awal sampai akhir, dan ini kulakukan sekali setiap 10
> hari.
>
> Dari Islam, aku pun punya kekuatan ghaib memanggil para jin. Dalam Islam,
> aku boleh bicara dengan mereka, bahkan tertulis bahwa Nabi Muhammad juga
> bicara pada para jin. Aku mampu berhubungan dengan para jin dan mendapat
> kekuatan dari mereka.Aku bisa mengucapkan doa-doa bagi banyak orang. Jika
> ada yang disakiti, maka orang ini lalu datang padaku dan memintaku
> mengguna-guna orang yang menyakitinya. Seketika orang tersebut akan sakit
> dan mendapat kecelakaan. Sambil menutup mata, aku bisa memberitahu apa yang
> dilakukan orang itu di tempat lain. Semua ini membuatku ingin lebih sakti
> lagi. Karena itu, aku semedi lebih banyak lagi sambil melafalkan Qur'an.
> Suatu malam, aku sedang semedi sambil melafalkan ayat-ayat Qur'an. Ada
> ayat-ayat Qur'an yang bisa kau ucapkan berulangkali dan ayat-ayat ini tidak
> bermakna apapun, dan menjadi rahasia Qur'an. Saat itu seekor jin masuk
> ruangan dan dia jauh lebih berkuasa daripada diriku. (Afshin dicekik Setan
> sampai sekarat. Main jampi-jampi sama ayat-ayat Qur'an dan setan seeeh.... )
>
> Aku sangat takut. Kugunakan semua senjata yang kudapat dari Islam, seperti
> misalnya: dalam nama Allah kuperintahkan kau pergi, Setan aku usir kamu,
> dll. Kugunakan semuanya, tapi tidak ada yang mempan. Saat itu aku sangat
> butuh pertolongan, karena rasanya jin itu mencekikku untuk mengambil
> nyawaku. Rasanya seperti sekarat hampir mati.Aku menjerit: Tuhan, tolong
> aku!! Seketika itu juga aku mendengar suara: "Mintalah sejelas seperti kau
> mendengar suaraku, katakan: dalam nama Tuhan Yesus."
>
> Pada saat itu aku benar-benar tidak berpikir lagi sedetik pun. Rasanya
> seperti sedang tenggelam, dan seseorang melemparkan tali padamu. Kau tidak
> akan mempersoalkan apa warna tali dan akan dengan cepat merenggut tali itu.
> Itulah yang lalu kulalukan. Kukatakan: "Yesus, jika Kau memang benar,
> tunjukkanlah Diri-Mu."Sampai hari ini aku tidak tahu mengapa kukatakan hal
> itu. Mengapa aku tidak mengatakan: "Yesus, tolong aku." Aku tidak tahu
> mengapa, tapi begitulah yang kuucapkan.Sebelum aku selesai mengucapkan
> kalimat itu, semuanya tiba-tiba kembali normal lagi. Ini bukanlah kejadian
> di mana aku beralih iman. Ini adalah saat dimulainya kebingunganku. Mengapa
> Yesus menolong seorang Muslim?
>
> Aku telah melakukan semua yang aku mampu lakukan untuk menjadi Muslim
> sejati.Aku telah berjuang di jalan Allah, dengan berani mati syahid
> berjalan di daerah beranjau. Pemerintah Iran merekrut Muslim yang mau
> bergabung dengan Fadayi atau orang yang berkorban nyawa seperti yang
> dinyatakan Qur'an. Aku juga ikut melakukan hukum gantung bagi para pidana.
> Aku telah melakukan segala hal yang kukira harus kulakukan melawan para
> kafir. Dan juga segala hal yang bisa dan harus kulakukan untuk menyampaikan
> keterangan tentang Allah kepada siapapun. Tapi aku tahu bahwa ada sesuatu
> yang salah.Ini bukan karena aku merasa ragu akan Allah atau akan Islam. Aku
> sangat percaya tapi aku tidak tahu apa makna kejadian itu. Aku sangat
> bingung dan lalu aku mencoba melupakannya.
>
> Tapi pertanyaan mengapa Yesus menolong seorang Muslim tetap muncul dalam
> benakku. Aku percaya pada Muhammad sebagai nabi terakhir. Jika Islam agama
> yang sempurna, maka mengapa Yesus menolong aku? Aku merasa bingung selama
> dua minggu. Lalu aku mengambil keputusan untuk berdoa dan puasa dan
> langsung bertanya pada Tuhan untuk menunjukkan jalan yang benar. Aku ingat
> ayat-ayat Qur'an yang menyatakan ada banyak jalan menuju Allah. Tidak
> peduli dari sisi gunung mana kau mulai mendaki, akhirnya kau tetap akan
> tiba di puncak gunung. Kupikir mungkin inilah Tuhan yang sebenarnya. Atau
> mungkin juga Tuhan punya jalan tertentu bagiku dan Dia ingin aku mengikuti
> jalan itu. Kupikir aku tidak akan pernah tahu jawabannya, maka sebaiknya
> aku bertanya langsung pada-Nya. Lalu aku berdoa dan puasa.Dari lubuk hatiku
> yang terdalam, dengan segala kekuatanku, aku bertanya, "Tuhan, apakah yang
> Kau inginkan dariku?""Jalan apakah yang Kau ingin aku ikuti?" Selama dua
> minggu, aku duduk di tempat yang sama. Aku berdoa dan berpuasa
> sebanyak-banyaknya. Aku jatuh tertidur di tempat itu, dan begitu aku bangun
> maka aku melanjutkan doa dan puasa terus-menerus pada Tuhan. Aku ingin tahu
> apa yang diinginkan Tuhan dariku.
>
> Setelah dua minggu berlalu, aku tetap tidak mendapatkan jawaban. Aku sangat
> kesal. Aku bertanya, "Apaan sih semuanya ini? Omong kosong belaka! Aku
> tidak akan pernah tahu apa yang Kau inginkan dariku. Aku bahkan tidak tahu
> apakah Tuhan itu benar-benar ada. Aku telah membuang hidup dan waktuku
> sia-sia untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan Allah, dan sekarang Dia
> membuat aku kebingungan."Jika Allah itu memang Maha Besar dan tahu hati
> orang, maka Dia tentunya tahu bahwa aku mencintai-Nya.
>
> Tidak ada masalah jika aku memanggil-Nya dengan nama apapun, sebab Dia tahu
> dalam hatiku aku mencintai-Nya. Dan jika ini jadi masalah, maka aku
> bertanya pada-Nya selama dua minggu melalui doa dan puasa, tapi tidak ada
> jawaban apapun. Masa bodohlah! Aku akan berbuat sekehendak hatiku saja. Aku
> akan jalani jalanku sendiri. Aku akan lakukan hal yang menyenangkan diriku.
> Di saat itu juga aku merasakan kekuasaan Tuhan menimpaku. Dalam Islam, dosa
> terbesar yang tak terampunkan adalah meragukan Allah, ajaran-Nya,
> Nabi-Nya.Dan aku telah melakukan hal ini. Dalam Islam, kau diajari bahwa
> Allah tidak pernah mengunjungi manusia.
>
> Aku tahu bahwa meskipun dalam Islam, aku telah melakukan dosa tak
> terampunkan, Tuhan sekarang berada di kamarku. Aku berhadapan langsung
> dengan kesucian-Nya. Semua ini terjadi dalam waktu yang bersamaan. Kesucian
> Tuhan menyebabkan aku merasakan besarnya dosaku.Aku tahu, karena Tuhan Maha
> Adil, maka Dia harus membunuhku dan melenyapkan aku dari muka bumi karena
> aku sangat penuh dosa. Aku menangis karena aku benar-benar tidak mau
> mati.Tapi aku tahu aku tidak berdaya.Dia begitu suci, sedangkan aku begitu
> keji. Karena itu aku lari ke ujung ruangan, aku angkat tanganku menutupi
> kepalaku dan aku menangis, "Tuhan, ampuni aku, ampuni aku, ampuni aku,
> ampuni aku.."Saat aku menangis, aku merasakan sentuhan pada pundakku dan
> suara, "Aku mengampunimu."Di saat kalimat itu diucapkan, aku merasakan
> secara jasmaniah merasakan pengampunan.Aku tidak mengerti.
>
> Kita sering berkata, "Bismillah al rahman al rahim, dalam nama Tuhan yang
> Maha Pengampun dan Penyayang" tapi kita tidak pernah tahu apakah diri kita
> benar-benar diampuni sampai di hari Kiamat. Inilah sebabnya tiada satu pun
> ayat Qur'an yang menyatakan Muhammad ada di surga. Sama seperti orang lain,
> dia pun harus menunggu sampai hari Kiamat. Di saat itu, semua orang akan
> dihakimi. Jadi, siapakah Tuhan ini yang mengatakan, "Aku mengampunimu"? Aku
> benar-benar merasa diampuni saat ini. Aku bertanya pada-Nya, "Siapakah
> kamu?"Dia berkata, "Aku adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup."Di saat aku
> mendengar itu, aku tahu kalimat ini sungguh penting, tapi aku tidak tahu
> sama sekali apa artinya itu. Aku tetap tidak tahu siapakah Tuhan ini.Maka
> aku bertanya pada-Nya, "Siapakah nama-Mu?" Dia menjawab, "Yesus Kristus,
> Tuhan yang Hidup." Di saat Dia mengucapkan kata-kata itu, rasanya setiap
> tulang dalam tubuhku diambil ke luar. Aku tersungkur ke lantai. Aku mulai
> menangis tersedu-sedu di hadapan Tuhan.(Afshin menangis terharu dan juga
> marah karena tertipu Muhammad.)
>
> Delapan belas tahun telah berlalu, tapi aku tidak pernah lupa Kasih-Nya,
> Pengampunan-Nya. Aku tidak pernah lupa apa yang terjadi pada diriku hari
> itu. Aku diampuni. Aku merasakannya. Aku menangis karena bertahun-tahun aku
> berusaha menyenangkan Tuhan, tapi itu semua sia-sia. Aku berdoa pada Tuhan,
> tapi aku tidak mendapatkan apa-apa. Aku merasa sangat tertipu karena mereka
> mengatakan inilah Tuhan, mereka katakan padaku untuk bunuh orang di jalan
> Allah. Tapi kemudian Tuhan mengatakan, "Kasihilah orang di jalan-Ku,
> maafkanlah orang di jalan-Ku." Aku sungguh yakin, ya inilah Tuhan. Tuhan
> mengajarkan kasih, pengampunan. Aku menangis selama dua jam. Aku bersujud
> di hadapan kaki-Nya. Dia lalu berkata, "Tengok ke atas." Aku lalu mengengok
> ke atas dan menyaksikan penglihatan bagaikan di layar TV dan di situ tampak
> orang-orang dari berbagai usia dan negara. Pada setiap orang yang kulihat,
> aku bisa mengetahui setiap dosa yang mereka lakukan. Semua itu sungguh luar
> biasa bagiku. Kukatakan pada Tuhan, "Tuhan, aku hidup diantara orang-orang
> ini. Semua orang ini adalah orang-orang berdosa."Tuhan berkata,
> "Bagaimanakah mudahnya bagi-Ku untuk mengampunimu? "Kujawab, "Sangat mudah.
> Dalam bahasa Parsi, kami mengatakan `semudah minum air." Setelah
> mengucapkan itu, aku berkata, "Tidak, tidak. Bahkan lebih mudah daripada
> minum air." Dia berkata, "Semudah aku mengampunimu, aku pun dapat
> mengampuni mereka. Siapakah yang akan memberitahu mereka?" Aku berkata,
> "Kirim aku, Tuhan."Dia menjawab, "Pergilah." Begitulah kisahnya bagaimana
> aku menjadi orang Kristen. Lalu aku berdoa, Tuhan, mohon kirim aku Alkitab…
> Injil.
>
> Seseorang datang dari ruangan lain dan menyerahkan buku padaku dan berkata,
> "Inilah yang kau minta." Aku menguasai bahasa Urdu dan Hindi, sehingga aku
> tahu buku itu adalah Alkitab. Aku berkata pada Tuhan, "Ya Tuhan, aku berdoa
> malam lalu, dan sekarang pagi ini kau beri yang kuminta. Kau sungguh hebat.
> Benar-benar Tuhan yang Maha Kuasa. Kau memberikan apa yang kubutuhkan
> dengan cepatnya." Dialah Firman Tuhan yang Hidup. Aku membagi kesaksianku
> agar orang-orang mendengar tentang Tuhan yang Maha Kuasa ini. Aku tidak
> berharap siapapun jadi Kristen hanya karena kesaksianku.
>
> Kesaksianku ini hanya berguna bagi diriku saja. Aku ingin orang-orang
> mengerti: Ini adalah kisah tentang Tuhan yang Maha Kuasa, yang Maha Mampu,
> yang mencari hati-hati yang haus kebenaran. Inilah Tuhan yang mengasihi
> seluruh umat manusia dengan segala kekuatan dan kekuasaan-Nya. Jika ada
> yang mendengar kesaksianku saat ini, aku ingin mereka berkata, "Baiklah,
> Tuhan Surgawi, pencipta segalanya, jika kesaksian ini benar, aku juga ingin
> mendapatkannya."Aku jamin bahwa Tuhan yang Maha Kuasa yang datang,
> menyentuh, dan mengubah hidupku, yang mengampuni dosaku sepenuhnya, yang
> menjamin aku akan tinggal bersama-Nya di surga, Dia pun bisa memberimu
> jaminan yang sama, pengampunan yang sama, kasih yang sama. Itulah Yesus
> Kristus. Dipermuliakanlah Dia. Sekarang dan selama-lamanya. Amin.


by order post:
@[siskia.latif]

Cari artikel Blog Ini

copy right