Senin, 12 Mei 2014

Ratusan siswi di "culik dan di jual keluar negeri" oleh kelompok BOKO HARAM

Para pejabat negara bagian Borno mengatakan sebanyak 129 siswi berusia antara 12-17 tahun diculik kelompok bersenjata pada 14 April lalu. Pemerintah mengatakan sebanyak 52 orang siswi berhasil meloloskan diri. Namun, warga kota Chibok dan kepala sekolah perempuan kota itu menolak jumlah korban versi pemerintah. Mereka mengatakan 230 siswa diculik dan sebanyak 187 orang belum berhasil dibebaskan.

Rabu, 30 April 2014
Para orangtua siswi sebuah sekolah putri Nigeria yang diculik Boko Haram dua pekan lalu meluapkan amarah mereka atas
kegagalan pemerintah menyelamatkan anak-anak mereka.
Apalagi tersiar kabar bahwa para siswi sekolah itu dijual ke luar negeri dengan harga "hanya" 12 poundsterling atau sekitar Rp 235.000 per orang.
Pogo Bitrus, seorang pemimpin lokal di kota Chibok tempat para siswi itu diculik, mengatakan sudah melacak pergerakan penculik dengan bantuan berbagai sumber.
"Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari kota perbatasan Kamerun, gadis-gadis yang diculik itu dibawa ke Chad dan Kamerun," kata Bitrus.
Sayangnya, sejauh ini tidak diperoleh informasi independen lain yang bisa mendukung klaim Bitrus. Hingga saat ini pemerintah Nigeria juga belum memberikan komentar.
Namun, sejumlah siswi yang berhasil meloloskan diri dari penculikan itu mengatakan kawan-kawan mereka dibawa ke kawasan hutan Sambisa di negara bagian Borno, tempat Boko Haram diketahui memiliki kubu pertahanan di tempat itu.
Sementara itu, para orangtua sangat marah dan menganggap pemerintah Nigeria tidak mampu melindungi warganya dari teror kelompok militan.
"Semoga Tuhan mengutuk semua orang yang tidak berusaha membebaskan anak-anak kami yang diculik," kata Enoch Mark, yang putri dan dua kemenakannya ada di antara lebih dari 100 siswi yang diculik itu.
Aksi penculikan massal itu merupakan tindakan Boko Haram yang paling mengejutkan selama pemberontakan mereka lima tahun terakhir yang sudah menewaskan ribuan orang di wilayah utara dan tengah Nigeria.
Para pejabat negara bagian Borno mengatakan sebanyak 129 siswi berusia antara 12-17 tahun diculik kelompok bersenjata pada 14 April lalu. Pemerintah mengatakan sebanyak 52 orang siswi berhasil meloloskan diri.
Namun, warga kota Chibok dan kepala sekolah perempuan kota itu menolak jumlah korban versi pemerintah. Mereka mengatakan 230 siswa diculik dan sebanyak 187 orang belum berhasil dibebaskan.


Boko Haram yang jika diterjemahkan secara harafiah berarti "pendidikan Barat haram" kerap menyerang sekolah selama pemberontakan mereka melawan pemerintah Nigeria.
Mereka membakar sekolah, membunuhi para pelajar dan bahkan meledakkan kampus universitas. Insiden penculikan itu semakin melunturkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah Nigeria.
Warga setempat bahkan melakukan penggalangan dana untuk membeli bahan bakar untuk motor dan mobil yang mereka gunakan untuk melakukan pencarian ratusan siswi itu. Warga mengatakan mereka sudah tak percaya lagi dengan upaya pencarian yang digelar militer.
"Para penculik itu menggunakan banyak mobil untuk mengangkut para gadis yang diculik, sehingga sangat tidak masuk akal jika selama dua pekan ini militer yang mengaku bekerja keras tak bisa menemukan mereka," ujar Bitrus.
Pemerintah Nigeria mengerahkan ribuan tentara ke kawasan timur laut negeri itu untuk memberantas pemberontakan Boko Haram. Namun, sejumlah pakar mengatakan militer kekurangan personel untuk mengawasi seluruh kawasan yang luas tersebut.

Cari artikel Blog Ini

copy right