Senin, 10 September 2012

anda harus membacanya Kebenaran, Kewarasan Dan Rasionalitas Quran Yang Dapat Membuat Anda Tertawa



Kebenaran, Kewarasan Dan Rasionalitas Quran Yang Dapat Membuat 
Anda Tertawa

Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui. (Qs. 2:230)
Hebat! Jika dalam kemarahan anda menjatuhkan talak 3 kali kepada istrimu, anda tidak dapat lagi menikahinya sampai ada pria lain menikahinya, menidurinya dan menikmatinya untuk sementara waktu, lalu jika pria itu menceraikannya maka anda dapat membawa ibu dari anak-anak anda pulang dan ia menjadi istrimu yang sah bagimu!
Diposkan Oleh Ali Sina pada 10 Agustus 2012

Dalam bagian komentar di situs ini, saya bertanya kepada seorang Muslim yang mengatakan bahwa orang harus membaca Quran alih-alih artikel-artikel saya, walaupun ia telah membaca Quran sebelumnya. Ia menjawab, “Ya, saya sudah membacanya. Strategi-strategi anda tidak ada gunanya bagi pikiran yang rasional, waras dan benar. percayalah padaku, anda hanya membuang waktu”.
Saya tidak akan mempercayai perkataannya, tetapi saya memutuskan untuk mengutip beberapa ayat Quran dan meminta orang Muslim untuk menggarisbawahi bagian-bagian yang kedengarannya benar, waras dan rasional.
Quran mengatakan, “Dan Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya”, Dan kemudian para malaikat mengujinya agar meyakinkan bahwa ia (Adam) mengingat semua itu (Quran 2:31).
Sejauh ini para pakar zoologi telah mencatat 20.000 spesies ikan, 6.000 spesies reptil, 9.000 burung, 1.000 hewan amfibi, dan 15.000 spesies mamalia. Dan, walaupun ada jutaan spesies serangga yang telah dinamai, para ilmuwan memperkirakan masih ada jutaan lainnya yang belum ditemukan dan dinamai! Jumlah ini belum mencakup sub-spesies. Bahkan ada lebih banyak lagi spesies tanaman.
Berdasarkan hal ini, dapatkah anda mengatakan bahwa Quran 2:31 benar, waras dan rasional?
Quran 2:55-56 mengatakan, Allah memukul orang Yahudi dengan petir ketika mereka tidak beriman dan kemudian menghidupkan mereka kembali agar mereka bersyukur kepada-Nya.
“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur”.
Saya tidak tahu apa definisi kebenaran, kewarasan dan rasional yang anda pahami. Ini terdengar seperti tingkah-laku orang yang menderita gangguan kepribadian narsisistik. Penderita narsisistik suka menghancurkan dan menghina orang lain dan kemudian menyelamatkan mereka untuk menunjukkan kekuasaan absolut atas orang lain. Video ini adalah contoh sempurna mengenai apa yang sedang saya bicarakan. Tidak ada orang yang waras dan berpikiran rasional yang akan bertingkah-laku demikian, apalagi Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Tingkah-laku menyedihkan seperti ini hanya dimiliki orang yang sakit mental.
Quran 2:61 mengatakan pada jaman Musa, Allah menurunkan cemooh dan penghinaan terhadap orang Yahudi karena mereka tidak percaya kepada perkataan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi mereka secara tidak adil.
Masalahnya bukanlah soal ketidakadilan penghukuman ini. Melainkan, Musa adalah nabi pertama yang diutus kepada orang Yahudi. Lalu bagaimana Allah dapat menghukum mereka atas kejahatan yang belum pernah mereka lakukan?
Apakah ini kedengarannya benar, waras dan rasional?
Quran 41:11 berbunyi, “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.”
Bahkan murid kelas 1 SD pun tahu bahwa langit dan bumi tidak terpisah satu sama lain. Bumi adalah sebuah titik kecil di dalam alam semesta yang luas ini – yaitu langit. Jika langit dan Bumi datang bersama atau terpisah satu sama lain, maka adalah sebuah keanehan. Bumi ada di dalam langit. Bumi tidak akan pernah terpisah dari langit. Tapi bukan itu yang saya ingin sampaikan. Yang ingin saya kemukakan adalah Bumi dan semua planet lainnya, juga bintang-bintang yang ada di langit adalah benda-benda mati. Mereka bergerak oleh karena kekuatan gravitasi. Mereka tidak mempunyai pikiran sendiri dan tidak dapat taat atau tidak taat. Mereka hanyalah batu-batu. Dapatkah batu berpikir, berbicara dan memutuskan apa yang akan dilakukannya? Menurut Quran 2:74, YA, mereka dapat melakukannya. Ayat itu berbunyi: “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah”. Bagi saya, ini kedengaran seperti cerita dongeng untuk anak-anak, bukan pemikiran yang benar, waras dan rasional.
Quran 2:65-66 mengklaim bahwa orang Yahudi diperintahkan agar tidak melanggar Hari Sabat, tetapi mereka melakukannya, Allah mengubah mereka menjadi kera dan membuat mereka dihina dan dibenci, agar menjadi contoh dan peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan.
Kisah ini dulangi 3 kali dalam Quran, dan sama sekali tidak kedengaran benar, waras dan rasional. Memang sudah tentu Allah dapat melakukan apa saja, bahkan hal yang aneh. Pertanyaan saya adalah: bukankah penghukuman ini berlebihan? Mengapa bekerja pada hari Sabat menjadi urusan yang besar bagi Allah, dan jika memang demikian, mengapa Ia tidak mengesahkannya dengan Muhammad? Mengapa Allah mengesahkan hukuman rajam bagi para pezinah, tetapi lupa mengesahkan larangan bekerja pada Hari Sabat?
Asma adalah seorang wanita muda yang meninggalkan Islam beberapa bulan yang lalu. Ia dibantu oleh Shakila yang kisahnya diposkan dalam situs ini. Ia menulis surat kepada saya beberapa hari yang lalu, dan memperlihatkan kepada saya sebuah kontradiksi dalam Quran yang selama ini tidak saya perhatikan.
Ia mengatakan, walaupun ada fakta bahwa riba dilarang dalam Islam, Allah dalam Quran 2:245 memberikan riba kepada orang Muslim. Ia kemudian meminta mereka untuk mendanai perang-perang Muhammad dan berjanji akan membayar mereka kembali dengan bunga yang besar setelah mereka mati. Asma bertanya mengapa tidak apa-apa bagi Allah dan utusan-Nya untuk mempraktikkan riba, tetapi orang Muslim dilarang? Asma keliru. Dalam Islam, riba dilarang. Dalam ayat ini, Allah dan utusan-Nya sedang mempraktikkan taqqiyah, yaitu penipuan suci. Tidak ada pahala bagi orang-orang bodoh yang memberikan uang dan hidup mereka bagi Muhammad dan Allah rekaannya itu. Sama sekali tidak logis bila Tuhan membutuhkan uang umat-Nya untuk mendanai nabi-Nya sedangkan Ia mempunyai kekuatan para malaikat dan dapat membuat kekacauan untuk menghajar para musuh-Nya.
Setidaknya, pada jaman Musa, Allah menghukum sendiri orang-orang yang membelot dari-Nya. Apakah Ia telah kehilangan kekuasaan-Nya ketika Ia mengutus Muhammad? Mengapa ia perlu meminjam uang dari orang Muslim untuk mendanai perang nabi favorit-Nya?
Walaupun Quran berulangkali mengklaim diri sebagai kitab yang jelas (Q. 2:99; 5:15 -16; 10:15; 6:55; 45:25; 41:53; 35:40; 26:195; 24:1; 17:12; 2:256), sebuah kitab yang lengkap yang mencakup segala sesuatu (Q. 6:38; 16:89; 17:89; 18:54), mudah dimengerti (44:58 , 54:22 , 54:32, 54:40) dengan segala jenis contoh/teladan (Q.39:27; 30:58) dan tidak ada keraguan di dalamnya (Q 2:2;  11:1), dijelaskan secara terperinci l  (Q. 6:114), tidak dapat diubah (Q 6:115; 15:41), sanggup menjelaskan dirinya sendiri (Q. 2:185) dan tidak mempunyai kontradiksi (Q 4:82), namun Quran 3:7 mengatakan, Allah “Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal”. Ayat ini nampaknya bertentangan dengan semua klaim mengenai kejelasan dan kemudahan memahami Quran.
Untuk apa memberikan perumpamaan yang tidak dipahami orang? Perumpamaan digunakan untuk memperjelas konsep-konsep yang rumit, bukan membuatnya menjadi semakin lebih sulit dipahami. Ada yang tidak benar, tidak waras dan tidak rasional dalam ayat ini.
Berikut ini ada yang benar, waras dan rasional. Quran 2:230 mengatakan, jika seorang pria menceraikan istrinya 3 kali, maka perempuan itu terlarang baginya hingga ia telah menikahi pria lain; lalu jika pria itu menceraikannya maka tidaklah salah jika mereka dipersatukan kembali.
Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui. (Qs. 2:230)
Hebat! Jika dalam kemarahan anda menjatuhkan talak 3 kali kepada istrimu, anda tidak dapat lagi menikahinya sampai ada pria lain menikahinya, menidurinya dan menikmatinya untuk sementara waktu, lalu jika pria itu menceraikannya maka anda dapat membawa ibu dari anak-anak anda pulang dan ia menjadi istrimu yang sah bagimu!
Ini sungguh melampaui kebenaran, kewarasan dan pikiran yang rasional. Ini jenius! Bagaimana seorang yang buta huruf dari Arab pada abad ke-7 dapat mempunyai pengetahuan sebanyak ini?
Tetapi marilah kita bersikap adil. Ada pula butir-butir kebenaran dalam Quran. Sebagai contoh Quran 8:30 yang berbunyi, “dan Allah adalah Penipu Ulung”  (waAllahu khayru almakireen ). Siapa yang dapat mendebatkan hal itu? Disinilah Quran dan Alkitab bertabrakan. Dalam Kitab Wahyu 12:9 dikatakan bahwa Satan adalah Sang Penipu seluruh dunia ini.

Artikel disadur dari www.indonesian.alisina.org

Cari artikel Blog Ini

copy right